Khamis, 10 November 2011

Jika hati adalah istana


Jika hati adalah istana …maka cinta adalah raja…ketutusan adalah singgahsana…kesetiaan adalah mahkota….dan sahabat adlah tahta yg pling mulia…….kadang2 kita lihat cinta 2 indah,tp dlm keindahan ada sedihnya, bahagianya cinta, pelajaran kita sggup kita abaikan kita sggup lakukan apa saja demi cinta,padahal cinta 2 buta, bg adk yg tgh brcinta sya hrap jgn lalai ngn cinta, cinta kita adlah cinta yg akn nyesal….krna kita masih muda jgn lali ngn cinta…renung2 kn lah…….sebuah pekenalan kita hanya seketika tp sebuah prsahabatan kekel hgga ke mati….cinta x mngenali paras rupa tetapi kesetiaan dn kejujuran dlm sebuah prhubungan…..sayang x mungkin akn dpt  sayangkan …….mati dan hidup d tggan tuhan jgn la kita membuat, dunia ini kita yg punya…..kita ummat islam ptot mnjaga smbhyang 5 wktu shari smlm…kita bt amal yg baik…kita brtaubat la dri kita,kita sembahyang tahjud dan kita brhnti!!!!!! Melakukan maksiat….hati kita penuh ngn bintik hitam kalau kita brtaubat bintik hitam 2 kn hilang sedikit demi sedikit….hawa nafsu umpama enjen kenderaan yg tahap kelajuan ditetap kan oleh pnciptanya…terserahlah kpd pemandunya jgn salah kn owg lain jika berlaku kemalangan latih pemandu supaya cekap…dlm proses brlatih biasa la ada bt silap..jd letak kn balik roda di jalannya……….

ALLAH sangat bangga hambanya yg sering berzikir dn brtasbih bagi mengingatinya……lengkapnya maknusia dijadikan begitu sempurna dgn syariat kehidupan yg mempunyai fikiran,perasaaan,jiwa, akal dan nafsu…sebaik2 kaya adlah kaya amal & seindah2 senang adalah senang hati….perbanyak kan bertasbih dipg dan ptg hari wlaupun bacaan sebanyak 3x

Jika kamu memancing ikan... Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu...



Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja..
Karena ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.

Begitulah juga...

Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang...
Setelah ia mulai MENYAYANGIMU,
hendaklah kamu MENJAGA hatinya...
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja...
Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu,
dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu...

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia
begitu teguh... cukuplah sekadar keperluanmu...
Apabila sekali ia retak... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula...
Akhirnya ia dibuang...

Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya,
mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi...
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya...
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa...
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN,
bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya...
Akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.

Sedangkan, jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi,
yang kamu pasti baik untuk dirimu...
Mengenyangkan - Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..??
Terlalu ingin mengejar kelazatan... KELAK.. Nasi itu akan basi dan
kamu tidak boleh memakannya... Lalu kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan,
yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.
MENYAYANGIMU.. MENGASIHIMU...
Mengapa kamu berlengah,
cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain..??
Terlalu mengejar kesempurnaan... KELAK.. Kamu akan KEHILANGANNYA
apabila dia menjadi milik orang lain... Lalu kamu juga yang akan MENYESAL...!!

- Artikel iluvislam.com

Teruntuk Calon Makmumku Yg Telah Tertulis Di Lauhul Mahfudz

Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum
ღAmiin ya Rabbal'alamin.

Duhai Calon ''Makmum''ku,

Apa kabar engkau disana?
siapapun engkau....
...
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu,
dan semoga kekuatan Iman&Takwa selalu melekat di dalam hatimu,

Calon "makmum"ku….

Aku tau ALLAH menunda waktu kita tuk bersama..
ALLAH hanya memberi jeda tuk kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti..

Bersama dalam satu atap dalam satu hati…
Mengertilah calon makmumku..
Aku mencintaimu
Aku membutuhkanmu…
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini…
Namun aku prcaya ALLAH akn mencintaimu slalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani….

Duhai Calon ''Makmum''ku,

Jika memang kita berjodoh,Allah pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita,di dalam hatiku dan di dalam hatimu,
& jika memang kita tidak berjodoh,Allah pasti sedang merencanakan yg terbaik untuk kita,
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan,

ku serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu kepada Maha Yang Maha Memberi dan Memilikinya,
biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya,
karena ku ingin menjaga cintaku hanya untuk yang halal,

Calon "makmum"ku…

Aku tak menuntut banyak darimu…
Aku tak memaksamu tuk membalas cintku skrg..
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu…
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga,
dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa….

Calon "makmum"ku….

Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini..
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu..
Yang memberikan nafas kehidupan,
yang memberikan sempat padam tuk dapat berkarya yang menjadikan itu ibadahmu….

Calon "makmum"ku….

Aku terus menanti saat itu…
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy..
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada ALLAH SWT..
Saat kau merangkulku erat…
Menuntunku menuju amanah ALLAH tuk mendampingmu…
Menuntunku tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu…

Calon "makmum"ku…..

Hati ini akan selalu untukmu…
Akan selalu kujaga untukmu..
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan…
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti….

Calon "makmum"ku…..

Mungkin saat kau baca ini, hatimu tak terketuk sama sekali…
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan…
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku…
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini..
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu..

Bagaimanapun itu,Aku hanya berharap…
ALLAH senantiasa melindungmu..
Senantiasa memelukmu..
memudahkan langkahmu..
Dan ALLAH akan membawamu padaku,
saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku…
Semoga ALLAH membuka jalan kemudahan itu calon makmumku..

Jaga diri baik-baik calon Makmumku..
Aku merindukanmu…
Akan kujaga baik" hati dan diriku, hingga takdir mempertemukan kita kelak..

Jadilah " BINTANG" halal buatku

"aku belum tentu menikahi dengan orang yang aku cintai,tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat"

Ya Allah......
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya

Ya Allah......
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur
 
kepadaMu

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...

Bunga-bunga cinta indah bersemi
diantara harap pinta padaNya
Ya Allah tautkanlah cinta di hati
berpadu indah dalam mihrab cinta

SEMOGA BERMANFAAT

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata. Hak kita sebagai manusia adalah be
rlomba- lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

Sebelum Engkau Halal Bagiku

SALAM SANTUN UKHUWAH

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Bila ada salah lisan tak bermakna mohon dimaafkan y
ang benar itu pasti datangnya dari Allah S.W.T
dan yang salah itu datangnya dari kelemahan diri ana pula.

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,


Khamis, 8 September 2011

cinta

Cinta – Kita memang mengharapkan dia menjadi milik kita. Segala apa yang kita buat, kalau boleh nak dia tahu.. dan kita seboleh mungkin tak nak sakitkan hati dia. Kita akan sentiasa berfikir tentang dirinya. (dalam erti lain : cinta di tujukan kepada seseorang yang kita selalu ingat dan mimpi.. Tanpanya kita akan rasa sunyi dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan hati yang ikhlas kepadanya walaupun dia buat tak tau je.
Suka – Kita sukakan dia kerana dia kelakar. Dia happy-go-lucky. Bila bersama dengan dia, kita rasa nak tergelak sampai nak pecah perut. Tapi, kita taklah rindu sangat kat dia bila tak berjumpa seminggu…(dalam erti lain : suka di tujukan kepada seseorang yang boleh menjadi pelawak kepada kita.
Beza Suka Dan Cinta
1- Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang. Tapi di hadapan orang yang kita suka, hati kita akan gembira.
2- Di hadapan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga. Di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja.
3- Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku. Tapi jika kita melihat ke dalam mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum.
4- Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Di depan orang yg kita suka, kita akan tunjukkan imej yang sebenar.
5- Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata. Di depan orang yang kita suka, kita akan bebas berkata apa saja.
6- Kita tidak akan merenung mata orang yang kita cinta. Tapi kita akan selalu merenung mata orang yang kita suka.
7- Bila orang yang kita cinta menangis, kita akan turut jua menangis. Bila orang yang kita suka menangis, kita akan cuba untuk membuat dia gembira.
8- Perasaan cinta bermula dari kata. Perasaan suka bermula dari telinga. Jadi, jikalau kita berhenti menyukai seseorang yang kita suka umpama kita membuang telinga kita. Tapi jika cuba menutup mata cinta berbuah menjadi airmata. Setiap orang yang hidup akan mengalami ini dalam hidup mereka.

Selasa, 6 September 2011

bace sampai abez....pastu fowardkn plz..... ni adalah benar... sila baca sehingga habis... dan tlg sebarkan kepada seberapa byk ...org Islam yg boleh... Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad SA...W iaitu Sheikh Ahmad Maeine (Saudi Arabia). pada suatu malam ketika membaca Al-Quran di makam Rasulullah SAW. selepas membaca lalu hamba tertidur, dalam tidur hamba bermimpi didatangi Rasulullah SAW lalu bersabda kepada hamba, dalam 60 000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun yang matinya dalam keadaan beriman. (a)isteri tidak mendengar kata suami. (b)orang kaya tidak lagi bertimbang rasa. (c)orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan. Oleh itu wahai Sheikh Ahmad, hendaklah kamu menyedarkan kepada orang Islam ini supaya membuat kebajikan, kerana hari penghabisan(Qiamat) akan tiba di mana bintang akan terbit dari langit, sesudah itu matahari akan turun di atas kepala. PESANAN HAMBA INI (a) berselawat - untuk junjungan Nabi kita Muhammad SAW. (b) bertaubatlah - dengan segera sementara Pintu Taubat masih terbuka. (c) Bersembahyanglah (d) berzakat - jangan ditinggalkan. (e) Menunaikan Fardhu haji - bila berkemampuan. (f) Jangan menderhaka kepada kedua ibu bapa. UNTUK MAKLUMAN 1. seorang saudagar dari bombay telah menerima surat ini dan beliau telah mencatak sebanyak 20 salinan dan mengirimkan kepada orang lain, dia kemudiannya dianugerahi Allah dengan mendapat keuntungan yang besar dalam perniagaannya. 2. seorang hamba Allah telah menerima surat ini tetapi tidak mengendahkannya dan menganggap wasiat ini palsu, maka selang beberapa hari kemudian anaknya meninggal dunia. 3. Pada tahun 1977 Tun Dato Mustapha bekas Ketua Menteri Sabah menerima wasiat ini kemudian mengarahkan setiausahanya mencetak sebanyak 20 salinan dan menghantarnya kepada orang lain, maka selang beberapa hari kemudian dia telah mendapat hadiah dari kebajikan masyarakat di malaysia timur. 4. tan sri ghazali jawi, bekas menteri besar perak secara tidak langsung dipecat dari jawatannya kerana apabila beliau menerima wasiat ini beliau terlupa mencetak 20 salinan untuk disebarkan kepada orang lain tetapi beliau telah menyedari kesilapannya lalu beliau mencetak semula wasiat ini dan mengirimkannya kepada orang lain, beberapa hari kemudian beliau telah dilantik menteri Kabinet Perdana Menteri. 5. Zulfikar Ali Bhuno telah menerima surat wasiat ini dan tidak percaya akan kebenarannya juga menganggap palsu lalu membuangnya ke dalam tong sampah. seminggu kemudian beliau telah dijatuhkan hukuman pancung sampai mati. 6. di Terengganu, seorang pekerja bengkel kenderaan telah menerima wasiat ini dari pengirim yang tidak dikenali yang datangnya dari Perak lalu beliau membuat sebanyak 20 salinan seperti yang dituntut. Alhamdulillah dia dianugerahkan oleh Allah seorang gadis berakhlak mulia seperti yang dituntut oleh Islam. baginya anugerah ini paling agung dan tidak ada tandingannya. 7. Di Terengganu juga, seorang hamba Allah telah menerima surat ini dari orang yang tidak dikenali tetapi beliau tidak mengendahkannya dengan mengatakan ianya bohong belaka dan sengaja mengada-adakan untuk menakutkan orang yang membacanya. Beberapa hari kemudian dia telah mendapat penyakit ganjil dan penderitaanya amat menyedihkan. setelah tiga minggu mendapat rawatan rapi di hospital, penyatkitnya sukar juga diubati oleh doktor. Akhirnya beliau teringat akan wasiat ini dan mengedarkannya kepada orang lain. Semingu kemudian barulah beliau beransur sembuh sehingga sekarang. Banyak lagi contoh-contoh orang yang menerima wasiat ini tetapi tidak mempercayainya dan tidak mengedarkannya atau menyampaikan kepada orang lain. dimana mereka mendapat malapetaka. setelah kejadian yang menggembirakan dan menyakinkan ini anda jangan lupa menyampaikan 20 salinan wasiat dalam masa 96 jam dari masa anda menerimanya. InsyaAllah anda akan memperolehi sesuatu dari YANG MAHA KUASA dengan penuh keyakinan pasti ia akan menerangi hidup anda dengan nikmat kebahagiaan hidup. ISNYAALLAH. PERHATIAN setelah membaca wasiat ini hendaklah ditulis atau dicetak dan disampaikan kepda orang lain sebanyak 20 salinan. sekiranya telah dilakukan anda akan dianugerahkan sesuatu nikmat atau hajat anda akan dikabulkan oleh ALLah. kata sheikh ahmad lagi. jika apa yang hamba katakan ini tidak benar, biarlah hamba mati dalam kekufuran dan hamba tidak mendapat perlindungan dan syafaat Rasulullah SAW naaauzubillah. oleh itu hendaklah ditulis atau dicetak dan disampaikan kepada orang lain. insyaAllah dalam masa 2 minggu anda akan berolah kebahagiaan dan ingatlah lakukan ini dengan hati yang ikhlas dan janganlah diabaikan atau dibiarkan TLG SEBAR KAN KPD UMAT ISLAM.... SEBAR KAN 20 WASIAT NI KPD UMAT ISLAM

Khamis, 2 Jun 2011

Lelaki yang gelisah

> >>
> >>Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden,
> >>saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah.
> >>Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya
> >>yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap
> >>keringat di keningnya.
> >>
> >>Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja
> >>yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung
> >>saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah
> >>lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk
> >>dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang
> >>ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang
> >>hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa
> >>beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau
> >>dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?
> >>
> >>Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran
> >>telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa
> >>semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat
> >>peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci
> >>seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul
> >>sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri.
> >>Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni
> >>yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah
> >>seminggu tidak masuk.
> >>
> >>Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya
> >>itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang
> >>terbuka. Siapa saja bisa masuk.
> >>
> >>Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah
> >>dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki?
> >>Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di
> >>samping tiang telepon.
> >>Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu
> >>seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa
> >>saja yang janjian untuk bertemu di  tiang telepon itu.
> >>Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi.
> >>Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk,
> >>tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa
> >>curiga lebih baik daripada lengah?
> >>
> >>Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di
> >>antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih
> >>was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke
> >>rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan
> >>di dunia ini yang tidak ada jawabannya.
> >>
> >>Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga.
> >>Tapi saya takut jadi  ramai. Bisa-bisa penduduk
> >>se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak
> >>itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum
> >>apa-apa ada yang memukul.
> >>
> >>Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke
> >>halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang
> >>kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad
> >>saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki
> >>saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda
> >>itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan
> >>punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu
> >>tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan
> >>sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi.
> >>Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki
> >>saya masih lemas.
> >>* * *
> >>
> >>Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di
> >>jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu
> >>yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu.
> >>Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada
> >>yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang
> >>tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan
> >>mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan
> >>bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu
> >>sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di
> >>kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah
> >>raib.
> >>
> >>Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang
> >>mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di
> >>atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu
> >>lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet
> >>bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada
> >>yang
> >>berkurang.
> >>
> >>Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti
> >>dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang
> >>siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi
> >>perekonomian yang
> >>morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah
> >>digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam
> >>dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah
> >>dongengan?
> >>
> >>Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik
> >>hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak
> >>rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak
> >>lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya  seperti
> >>ini:
> >>
> >>"Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet
> >>Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja,
> >>tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya
> >>tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga
> >>bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan
> >>tidak mampumembayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah
> >>nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos.
> >>Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir
> >>tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja.
> >>Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian
> >>sering mabuk dan judi buntut yang beredar
> >>sembunyi-sembunyi itu.
> >>
> >>Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah.
> >>Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di
> >>warung-warung. Adik-adik saya membantu
> >>mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu
> >>untuk beli beras.
> >>
> >>Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus
> >>berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi
> >>sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran,
> >>saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan
> >>kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang
> >>pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan
> >>saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang
> >>judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau
> >>angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah
> >>tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat
> >>beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil
> >>judi, saya yakin itu.
> >>
> >>Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak,
> >>kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat
> >>untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak
> >>memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh.
> >>Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit
> >>hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?
> >>
> >>Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi
> >>buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi
> >>saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk
> >>membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak
> >>yang semakin sering tidur entah di mana, tidak
> >>perduli. Hampir saya memukulnya lagi.
> >>
> >>Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa
> >>punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh
> >>siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi
> >>orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu
> >>saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan
> >>handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan
> >>bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu
> >>untuk sekali makan.
> >>
> >>Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari
> >>jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk
> >>mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi
> >>saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang.
> >>Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi
> >>pencopet.
> >>
> >>Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko,
> >>saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik.
> >>Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan,
> >>saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil
> >>dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu
> >>lebih.
> >>
> >>Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter.
> >>Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia
> >>menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya
> >>ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau
> >>meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong.
> >>Saya
> >>mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya
> >>begitu saya selesai bercerita.
> >>
> >>Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak
> >>menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan
> >>seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya.
> >>Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya
> >>saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa
> >>saya jadi
> >>pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang
> >>yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli
> >>kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya
> >>harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf."
> >>
> >>Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca.
> >>Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung
> >>dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan
> >>anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota.
> >>Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah
> >>kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak
> >>mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.
> >>
> >>Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca
> >>dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat
> >>sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu
> >>yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya
> >>tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang
> >>Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang
> >>kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira
> >>biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa
> >>saja.
> >>
> >>Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan
> >>sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati
> >>saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada
> >>lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang
> >>harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk
> >>terkenal seharga jutaan, dan  sebagainya.
> >>
> >>Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa
> >>sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan
> >>menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya
> >>ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan
> >>saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia,
> >>lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang
> >>Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan
> >>kepada para pengemis, para pedagang asongan dan
> >>pengamen yang banyak di setiap stopan.
> >>
> >>Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak
> >>Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama.
> >>Diam-diam air mata mengalir di mata saya.
> >>
> >>Yuni menghampiri saya dan bilang, "Mama, saya bangga
> >>jadi anak Mama." Dan saya ingin menjadi Mama bagi
> >>ribuan anak-anak lainnya.
> >>
> >>Al Baqarah 273 :
> >>"Berinfaqlah kepada orang-orang fakir yang terikat
> >>oleh jihad di jalan Allah;mereka tidak dapat berusaha
> >>di bumi. Orang-orang yang tidak tahu menyangka mereka
> >>orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta.
> >>kamu ketahui hal mereka dengan melihat keadaan mereka,
> >>mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan
> >>apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan di jalan
> >>Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui"

Pesanan Untuk Lelaki



“Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang ananah, yang mananah, dan yang hananah, dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang baraqah dan yang syadaqah.”

Wanita Ananah: banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.

Wanita Mananah: suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, “Aku membuat itu keranamu”.

Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.

Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.

Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya.

Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.

Dicatat oleh Imam Al-Ghazalli

LELAKI DAN AIRMATA




Aku seorang lelaki
bukan berarti tak punya airmata,
dan airmata bahkan tempat ku mengadu,
airmata memang tak bisa bicara,
tapi ia cukup mengerti
apa yang kurasakan,
bila ia hadir dipelupukku,
maka ia kan mendengarkan
apa yang kuadukan padanya.
biar orang bekata
aku seorang cengeng,
aku takan peduli,
karena itu cara terbaikku
 ‘tuk mengurangi beban hatiku...